Jurnal Khusus


Nama               : Indah Permata Sari
Npm                : 19014009
Jurusan            : Manajemen Pemasaran (Otak Kanan)
Pelajaran         : Pengantar Akuntansi
Dosen              : Nulrinda,S.E.,M.Si.

Kampus           : Stim Sukma Medan

Pengertian Jurnal Khusus Terlengkap Beserta Penjelasannya

Pencatatan dalam jurnal sesuai dasar dasar akuntansi terdiri dari jurnal umum dan jurnal khusus. Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang pengertian jurnal khusus dan fungsinya dalam tahapan akuntansi. Jurnal khusus digunakan untuk mencatat transaksi-transaksi khusus yang terjadi di perusahaan. Transaksi khusus adalah transaksi yang sering atau umum terjadi dan berulang-ulang.
Jurnal khusus ialah jurnal yang dibuat/digolongkan sesuai dengan jenis transaksinya. Akuntan akan mengidentifikasi jenis transaksi setiap transaksi terjadi. Jurnal khusus biasanya dipakai untuk mencatat transaksi yang dilakukan secara kredit. Jurnal khusus terdiri dari 4 jenis, yaitu jurnal pembelian, jurnal penjualan, jurnal penerimaan kas, dan jurnal pengeluaran kas. Berikut ini pengertian dari masing-masing jurnal khusus tersebut.
Jurnal Pembelian ialah jurnal yang berfungsi sebagai sarana mencatat transaksi pembelian barang secara kredit.
Jurnal Pengeluaran Kas ialah jurnal yang berfungsi sebagai sarana mencatat semua transaksi pengeluaran kas seperti pembayaran utang dan beban (perbedaan biaya dan beban dalam akuntansi) perusahaan.
Jurnal Penjualan ialah jurnal yang berfungsi sebagai sarana mencatat penjualan barang dagangan secara kredit.
Jurnal Penerimaan Kas ialah jurnal yang berfungsi sebagai sarana mencatat semua transaksi penerimaan kas dari pembelian barang secara kredit seperti penerimaan piutang.
Setelah mengetahui tentang pengertian jurnal khusus dan pengertian setiap jenis jurnal khusus selanjutnya harus mengetahui tentang fungsi atau manfaat jurnal khusus. Berikut ini fungsi jurnal khusus.

1. Menyebabkan Terjadinya Pembagian Kerja
Jurnal khusus dibuat berdasarkan jenisnya sehingga memungkinkan terjadinya pembagian kerja bagi orang yang mengerjakannya. Untuk perusahaan besar tentu saja membutuhkan beberapa orang untuk mengerjakan beberapa jurnal khusus karena banyaknya transaksi yang dilakukan oleh perusahaan.
2. Memudahkan untuk Posting ke Buku Besar
Dengan adanya jurnal khusus, maka akuntan akan lebih mudah untuk memindahkan pencatatan transaksi pada jurnal khusus ke buku besar. Jenis dan metode pembayaran pada jurnal khusus menjadi jelas sehingga mudah untuk diposting ke buku besar.
3. Pengendalian Internal Menjadi Lebih Baik
Manajemen perusahaan akan lebih mudah untuk melakukan pengendalian internal jika hanya satu orang petugas yang menangani satu atau dua jurnal khusus. Lalu bagaimana jika hanya satu orang yang mengerjakan semua jurnal? Tentu saja akan kacau dan mungkin terjadi kesalahan pencatatan.
4. Menghemat Biaya dan Tenaga
Jurnal khusus biasanya digunakan oleh perusahaan dagang karena hanya barang yang diperjualbelikan secara kredit, sedangkan jasa tidak bisa. Transaksi yang terjadi di setiap perusahaan akan berbeda dengan perusahaan lainnya sehingga diperlukan jurnal khusus untuk menghemat biaya dan tenaga sesuai siklus akuntansi.

Macam-Macam jurnal Khusus

Sementara jurnal umum adalah jurnal serba guna bagi semua transaksi yang dicatat. Karena semua transaksi dicatat dalam jurnal umum, maka informasi dalam jurnal umum menjadi sangat banyak dan membuat pencarian informasi tentang transaksi tertentu menjadi sulit. Itu sebabnya jurnal umum dibagi menjadi khusus yang lebih kecil seperti:

1. Jurnal Khusus Penerimaan Kas (Cash Receipt Journal)

Pengertian jurnal penerimaan kas adalah buku jurnal yang digunakan untuk mencatat seluruh transaksi yang berhubungan dengan penerimaan uang atau uang tunai. Penerimaan uang tunai berasak dari berbagai sumber.


Transaksi yang dicatat dalam jurnal penerimaan kas diantaranya adalah:
1.      Penjualan tunai
2.      Penerimaan pelunasan piutang
3.      Retur pembelian secara tunai
4.      Penerimaan pendapatan

2. Jurnal Khusus Pengeluaran Kas (Cash Payment Journal)

Pengertian jurnal pengeluaran kas adalah jurnal khusus yang digunakan untuk mencatat semua transaksi yang berhubungan dengan pengeluaran uang/pembayaran uang tunai.
Transaksi yang termasuk pengeluaran kas diantaranya:
1.      Pembelian secara tunai
2.      Pembayaran atau pelunasan utang dagang
3.      Retur penjualan
4.      Pembayaran beban-beban
5.      Pengambilan uang tunai untuk pribadi (prive).

3. Jurnal Khusus Pembelian (Purchaces Journal)

Pengertian jurnal pembelian adalah buku jurnal yang digunakan nuntuk mencatat seluruh transaksi pembelian secara kredit, baik pembelian barang dagang ataupun bukan barang dagang.
Transkasi yang akan dicatat dalam jurnal pembelian diantaranya:
1.      Pembelian barang dagang secara kdedit
2.      Pembelian perlengkapan, peralatan dan aktiva lain secara kredit

4. Jurnal Khusus Penjualan (Sales Journal)

Pengertian jurnal penjualan adalah buku jurnal yang digunakan untuk mencatat semua transaksi yang berhubungan dengan penjualan barang dagang secara kredit.

 

5. Jurnal Umum (General Journal)

Pengertian jurnal umum adalah buku jurnal yang digunakan untuk mencatat semua transaksi yang tidak bisa dicatat dalam jurnal khusus diatas. Artinya ada beberapa transaksi yang tidak bisa dicatat dalam jurnal khusus, maka perlu dibuatkan jurnal umum. Transaksi-transaksi yang dicatat dalam jurnal umum tersebut diantaranya:
1.      Transaksi retur pembelian kredit dan retur penjualan kredit.
2.      Ayat jurnal penyesuaian (adjustment entry)
3.      Ayat jurnal koreksi (correcting entry)
4.      Ayat jurnal penutup (closing entry)
5.      Ayat jurnal pembalik (reversing entry)

Perbedaan Jurnal Umum dan Jurnal Khusus

Jurnal Akuntansi adalah suatu pencatatan yang sistematis berdasarkan kronologis dari transaksi transaksi finansial perusahaan. Setiap transaksi perusahaan harus di jurnal terlebih dahulu sebelum masuk ke buku besar, oleh karena itu Jurnal dikenal juga dengan “Book of original entry”.
Dalam ilmu akuntansi dasar, dikenal adanya Jurnal Umum dan Jurnal Khusus, mungkin beberapa dari kita masih ada yang bingung tetang perbedaannya fungsi dan penggunaannya. Untuk yang masih bingung boleh dilanjutkan scrool ke bawah

Jurnal Umum

Jurnal Umum digunakan untuk mencatat seluruh transaksi perusahaan berdasarkan urutan waktu kejadian, terdiri dari 2 jalur (debet dan kredit) digunakan oleh semua jenis perusahaan mulai dari jenis usaha rumahan sampai dengan industri manufaktur yang komplit. Jurnal umum bersumber dari bukti transaksi yang diterima/diterbitkan perusahaan.

Jurnal Khusus

Jurnal Khusus digunakan untuk membantu pencatatan jurnal umum dimana transaksi yang akan diproses sering terjadi, lebih komplit dan berulang-ulang. Jurnal khusus biasanya digunakan oleh perusahaan dagang dan manufaktur. Karena kalau hanya menggunakan jurnal umum perusahaan akan kewalahan dalam mengidentifikasi jumlah dari transaksi sejenis (seperti transaksi penjualan dan pembelian) ataupun untuk nge-trace transaksi yang intensitasnya tinggi.
Jadi, dapat disimpulkan fungsi dari Jurnal khusus mempermudah dalam hal pencatatan transaksi yang selalu berulang setiap hari, jurnal khusus juga bisa digunakan sebagai kontrol jurnal umum dan bukti transaksi , untuk menghindari adanya transaksi fiktif dan transaksi yang luput dicatat.

Jenis jenis Jurnal khusus.
1.      Jurnal penerimaan kas
2.      Jurnal pengeluaran kas
3.      Jurnal pembelian (transaksi pembelian yang bersifat kredit)
Untuk transaksi retur pembelian tidak diinput dijurnal khusus
4.      Jurnal penjualan (transaksi penjualan yang bersifat kredit)
Untuk transaksi retur pembelian tidak diinput dijurnal khusus

Manfaat Menggunakan Jurnal Khusus

Menggunakan jurnal khusus untuk transaksi berulang menawarkan banyak keuntungan bagi organisasi bisnis. Beberapa keunggulan umum tercantum di bawah ini:

1. Peningkatan efisiensi

Dengan mengadopsi jurnal khusus, pekerjaan pencatatan transaksi bisnis dapat dikerjakan oleh beberapa karyawan yang sudah mahir dalam hal ini. Pencatatan tidak hanya dikerjakan oleh satu orang akuntan, Ini seperti efisiensi antara bagian dari akuntan.

2. Meminimalisir kesalahan

Setiap jurnal khusus ditangani oleh orang tertentu, yang sudah mahir dengan pekerjaan yang diberikan kepadanya. Dengan begitu akan banyak pemeriksaan dari banyak pihak dan ini akan berimbas pada pengurangan kesalahan dalam pencatatan pembukuan.

3. Memudahkan Memasukan Rincian Data

Dalam pencatatan jurnal transaksi khusus, satu baris yang dirancang untuk menyediakan semua informasi yang diperlukan. Misalnya, pembelian barang dagangan dicatat pada satu baris, termasuk kredit ke akun pemasok dan nama pemasok, tanggal dan jumlah informasi yang diinginkan.

4. Mengurangi kemungkinan penipuan

Kemungkinan perubahan laporan palsu dalam akun akan berkurang karena transaksi jurnal dicatat secara kronologis dan pihak tertentu bertanggung jawab atas kebenarannya.

5. Kontrol internal yang lebih baik

Kontrol internal yang lebih baik akan terbentuk bila organisasi bisnis mengadopsi jurnal khusus. Hal ini dikarenakan jurnal-jurnal ini memungkinkan membagi pekerjaan ke beberapa karyawan.

6. Penghematan waktu

Dalam jurnal khusus, penjurnalan dapat dilakukan secara bersamaan oleh beberapa karyawan daripada satu karyawan, sehingga transaksi bisnis dapat ditulis jauh lebih cepat.

7. Referensi masa depan

Transaksi yang sifatnya serupa dicatat dalam satu jurnal. Hal ini berguna sebagai referensi masa depan dan menjadikan pencatatan transaksi menjadi lebih mudah.
Contoh soal jurnal khusus

Berikut ini adalah transaksi CV. Asmara selama bulan Juli 2010 :
1.Dibeli barang dagang dari PT. AXC yaitu 100 unit A01  Rp10.000 dan 300 unit A02
   Rp5.000 secara kredit,syarat 2/10,n/30.
3.Dibayar biaya listrik, telpon dan air untuk bulan juli masing2 Rp150.000, Rp125.000 dan
   Rp75.000
4.Diterima pelunasan piutang dari CV. Karto sebesar Rp500.000
6.Dijual barang dagang kepada Firma “Arjuna” yaitu : 50 unit A01  Rp12.000 dan 150 unit
   A02  Rp8.000 dengan syarat 2/10, n/30.

7.Dikembalikan barang dagangan ke PT.AXC sebanyak 10 unit A02 karena rusak.
8.Dibayar biaya sewa gedung sebesar Rp500.000 untuk bulan juli.
10.Diterima bunga dari wesel sebesar Rp100.000
13.Dijual barang dagangan ke PT. WCT yaitu 200 unit B01 Rp30.000 dan dibeli dari PT.WCT       200 unit B02 Rp20.000, dimana barang jenis B01 dibayar tunai, sedangkan B02 dengan syarat
  2/10,n/30.
15.Firma “Arjuna” melunasi pembelian yang dilakukannya pada tanggal 6 juli 2010.
19. CV. Asrama membayar semua pembelian barang dagang pada PT.AXC ( 1 juli ).
23. Dijual barang dagangan pada CV. Bersatu yaitu : 50 unit A01 Rp12.000 dan 100 unit
     B02 Rp25.000 dengan syarat 2/10,n/30.
25. Dikembalikan CV. Bersatu barang dagangan 10 unit jenis B02 karena rusak.
27. Dibayar asuransi sebesar Rp250.000
29. Dijual barang dagangan kepada Firma “Sentosa” jenis A02 sebanyak 150 unit  Rp8.000
     dan jenis B01 sebanyak 100 unit  Rp25.000
31. Dibayar kepada PT. Kencana atas pembelian barang dagangan bulan lalu sebesar
      Rp5.000.000
31. Dibeli perlengkapan kantor sebesar Rp200.000

Diminta :
Buatlah jurnal khusus penerimaan kas, pengeluaran kas, pembelian, penjualan dan juga jurnal umum ( untuk transaksi yang tidak dapat diklasifikasikan ke jurnal khusus )



Jawab :


Jurnal Khusus Penerimaan Kas
Date
Keterangan
Ref
Kas
( Debit )
Potongan
Penjualan
( Debit )
Piutang Usaha
( Kredit )
Akun Lainnya
( Kredit )
Jul 4
CV. Karto
-
500.000
500.000
-
    10
Pendapatan Bunga
100.000
-
100.000
    13
PT.WCT
6.000.000
6.000.000
    15
Firma Arjuna
1.764.000
36.000
1.800.000

    29
Firma Sentosa
3.700.000
3.700.000
Total
12.064.000
36.000
2.300.000
9.800.000


Jurnal Khusus Pengeluaran Kas
Date
Keterangan
Ref
Utang
Usaha
( Debit )
Akun
Lainnya
( Debit )
Potongan
Pembelian
( Kredit )
Kas
( Kredit )
Jul 3
Biaya LTA
350.000
350.000
     8
Biaya Sewa
500.000
500.000
    19
PT.AXC
2.450.000
-
-
2.450.000
    27
Biaya Asuransi
250.000
250.000
    31
PT.Kencana
5.000.000
5.000.000
    31
Perlengkapan
200.000
200.000
Total
7.450.000
1.300.000
-
8.750.000

Jurnal Khusus Pembelian
Date
Keterangan
Ref
Pembelian
( Debit )
Utang Usaha
( Kredit )
Jul 1
PT.AXC
2.500.000
2.500.000
    13
PT.WCT
4.000.000
4.000.000
Total
6.500.000
6.500.000






Jurnal Khusus Penjualan
Date
Keterangan
Ref
Piutang Usaha
( Debit )
Penjualan
( Kredit )
Jul 6
Firma Arjuna
1.800.000
1.800.000
    23
CV.Bersatu
3.100.000
3.100.000
Total
4.900.000
4.900.000

Jurnal Umum
Date
Keterangan
Ref
Debit
Kredit
Jul 7
Utang Usaha
50.000
      Retur Pembelian
50.000
( pengembalian 10 unit A02 Rp5.000 ke PT.AXC )
    25
Retur Penjualan
250.000
      Piutang Usaha
250.000
( dikembalikan 10 unit B02 Rp25.000 oleh Bersatu)
Total
300.000
300.000

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ayuk Belajar Mengenalin Perusahaan Dagang